Pengertian, Metode Serta Proses Kalibrasi, Begini Lengkapnya

proses kalibrasi

Pada bidang industri kalibrasi sangat dibutuhkan untuk memenuhi standar dalam memproduksi barang dengan mutu dan kualitas yang tinggi, kualitas ini dapat diukur dari alat yang digunakan untuk memproduksi, apakah akurasinya tepat atau tidak, dalam hal ini peran kalibrasi sangat krusial.

Perlu diketahui kalibrasi tidak bisa dilakukan secara asal-asalan, ada beberapa tahapan khusus yang harus diperhatikan dengan seksama agar proses pengkalibrasian bisa berjalan dengan sempurna dan mendapatkan hasil yang maksimal. Sebelum mengetahui hal tersebut lebih mendalam, mari kita simak terlebih dahulu penjelasan mengenai apa itu proses kalibrasi.

Penjelasan Proses Kalibrasi

Proses kalibrasi adalah proses verifikasi, penyesuaian maupun pengaturan alat atau instrumen yang kita miliki(objek kalibrasi) dengan cara membandingkan dengan alat lain(kalibrator) yang sudah disesuaikan dengan standar internasional, jika di indonesia standar yang biasanya digunakan diatur oleh KAN(Komite Akreditasi Nasional) mengacu pada ISO/IEC 17025, standar ini tentunya sudah diakui oleh berbagai negara sehingga alat atau instrumen yang sudah terkalibrasi dengan standar ini bisa digunakan di berbagai belahan dunia.

Untuk melakukan proses kalibrasi tentunya ada beberapa hal yang harus dilakukan, langkah awal bisa dilakukan dengan mempersiapkan terlebih dahulu, mulai dari konsep, objek kalibrasi, maupun alat yang digunakan untuk mengkalibrasi(kalibrator). Nah untuk detailnya mengenai tahapan dari proses kalibrasi ini bisa kalian cek di langkah langkah kalibrasi. Berikutnya, langsung saja kita ke persiapan untuk kalibrasi seperti di bawah ini.

Mempersiapkan Kalibrasi dengan Melakukan Pengamatan

Persiapan perlu dilakukan sebelum melakukan kalibrasi, hal yang pertama harus disiapkan adalah alat yang ingin dikalibrasi(objek kalibrasi), pelaksana kalibrasi, kondisi lingkungan, dan metode yang digunakan. Untuk alat yang digunakan harus memiliki ketelusuran (traceability) yang bisa dibuktikan adanya sertifikat pada alat tersebut.

Alat yang akan dikalibrasi dan alat yang dijadikan acuan pengkalibrasian(kalibrator) dikondisikan pada kondisi yang sama sesuai metode kalibrasi, hal ini diperlukan untuk menghindarkan perbedaan hasil ukur akibat pengaruh lingkungan.

Selain lingkungan yang mempengaruhi hal lain seperti petugas atau personil yang melakukan kalibrasi juga harus diperhatikan kompetensinya dalam melakukan proses kalibrasi

Dengan memiliki personil atau petugas yang memiliki tingkat kompetensi yang tinggi, pemilihan metode kalibrasi tentunya akan dilakukan dengan tepat dan presisi, sebab alat ukur yang kita akan kalibrasi pastinya akan berbeda-beda cara pendekatannya, karena memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda beda menurut fungsi dan kegunaannya.

Selengkapnya mengenai persiapan kalibrasi bisa kalian baca secara lengkap di persiapan sebelum melakukan proses kalibrasi. tahap selanjutnya dalam proses kalibrasi yaitu penghitungan data bisa kalian lanjutkan berikut ini.

Melakukan Penghitungan Data Kalibrasi

Setelah pencatatan data kalibrasi dilakukan, untuk langkah selanjutnya diperlukan perhitungan data yang diperoleh seperti konversi satuan, menghitung nilai maksimum-minimum, nilai rata-rata, standar deviasi, atau menentukan persamaan regresi. Hasil yang muncul kemudian akan menjadi dasar dalam penarikan kesimpulan dan penentuan ketidakpastian kalibrasi. Dengan adanya data ini kalibrasi bisa dilakukan dengan sesuai standar yang ada dan memiliki ketelusuran yang jelas.

Seperti itulah kira-kira untuk penghitungan data dalam kalibrasi, untuk lebih lengkapnya sudah ada dan dijelaskan di pengujian kalibrasi. Selanjutnya sesudah menghimpun data adalah menyusun laporan, bagaimana urutan dan susunan laporan kalibrasi yang baik sih?

Menghasilkan Laporan Kalibrasi yang Lengkap

Semua proses kalibrasi sudah dilakukan, pada tahap final adalah membuat dan menerbitkan laporan kalibrasi. Sebelum dilakukan pembuatan laporan perlu ada konsep yang matang berdasarkan  hasil pengukuran, perhitungan data, hingga penghitungan ketidakpastian. Berikutnya, petugas yang berwenang memeriksa konsep tersebut, terutama pada kesalahan identitas alat, pengambilan data, hasil penghitungan data, dan penghitungan ketidakpastian.

Setelah konsep sudah jadi langkah yang harus diambil selanjutnya pengetikan serta pengecekan serta analisa data yang sudah dibuat apakah benar-benar sudah sesuai dengan konsep yang direncanakan atau belum, konsep tersebut tentunya didasarkan pada standar yang ada. Kenapa konsep harus sesuai dengan standar, dan kenapa laporan pembuatannya harus urut bisa kalian temukan lengkap di artikel kami laporan kalibrasi. Kemudian penyusunan laporan ini juga tidak boleh sembarangan, harus urut dan mengikuti standar supaya sesuai dengan proses.

Semua proses harus terlaksana dengan teliti dan tertib, demi mendapatkan kebenaran pada alat dan bahan pengukuran. Kesesuaian pengukuran menurut standar akan mempengaruhi kualitas pada produktivitas dalam industri. 

Seberapa sering sih kita sebaiknya melakukan kalibrasi terhadap alat ukur? Penjelasan lengkap mengenai frekuensi kalibrasi atau seberapa sering waktu untuk kalibrasi yang tepat bisa kalian cek artikel di bawah ini :

Baca Juga : Cara Menentukan Frekuensi Kalibrasi Alat Ukur dengan Baik dan Benar

Kesimpulan

Demikian penjelasan tentang kalibrasi, proses kalibrasi, dan pelaksanaannya, semoga dengan adanya ulasan ini harapannya ada pemahaman yang cukup mendalam akan konsep kalibrasi, dan juga mendapatkan gambaran bagaimana proses kalibrasi dilakukan. Sekian dan terimakasih.

konsultasi jasa kalibrasi