Pembahasan Mengenai Kalibrasi dan Standarisasi

kalibrasi dan standarisasi

Kalibrasi alat ukur menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan dan juga demi menjaga keselamtan kerja. Setiap kalibrasi alat ukur yang bertujuan untuk membuat alat ukur tersebut bisa berjalan dengan benar dan juga dengan hasil penghitungan yang tepat, membuat semua hal yang berkaitan dengan alat ukur ini bisa berjalan dengan lancar. Lalu kemudian apa hubungan kalibrasi dan standarisasi?

Perlu untuk Anda ketahui, jika yang namanya kalibirasi alat ukur ini harus sesuai dengan standar yang berlaku. Baik itu secara nasional atau secara internasional, kalibrasi alat ukur harus sesuai dengan standar. Sebenarnya, jika dilihat lagi, ada dua term atau dua istilah yang penting dalam dunia kalibrasi, yaitu kalibrasi itu sendiri, dan juga standarisasi. Apa perbedaannya? Kenapa kalibrasi harus sesuai dengan standar tersebut?

Hal Yang Harus Diperhatikan dalam Kalibrasi dan Standarisasi

Kita mulai dari proses pengkalibrasian itu sendiri. Kalibrasi tidak bisa dilakukan secara mandiri karena hal ini bersifat sangat sistematis. Alat ukur yang berkaitan dengan perdagangan dan juga kesehatan harus sesuai dengan standar yang berlaku.

Setidaknya, untuk melakukan kalibrasi alat ukur atau berbagai instrumen yang lain, harus sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kegiatan ini harus dilakukan sesuai dengan prosedur tanpa melewatkan satu poin.

Prosedur Kalibrasi Yang Digunakan

Setidaknya, ada dua jenis prosedur yang diberlakukan, yaitui prosedur primer dan prosedur sekunder.

  • Kalibrasi primer
    Sesuai prosedur ini, sistem dikalibrasi terhadap standar primer.
    Saat mengkalibrasi misalnya flow meter, jika aliran ditentukan melalui pengukuran waktu dan volume atau massa fluida, maka disebut sebagai kalibrasi primer.
  • Kalibrasi sekunder
    Sesuai prosedur ini, perangkat yang telah dikalibrasi dengan kalibrasi primer digunakan sebagai standar sekunder untuk kalibrasi lebih lanjut dari perangkat lain dengan akurasi yang lebih rendah.
    Sebagai contoh adalah pengukur aliran dengan jenis turbin digunakan sebagai standar sekunder untuk mengkalibrasi perangkat aliran lainnya.

Kalibrasi sekunder terdiri dari dua jenis yaitu

  • Kalibrasi langsung
    Dalam prosedur ini, perangkat standar ditempatkan secara seri dengan perangkat yang akan dikalibrasi.
  • Kalibrasi tidak langsung
    Prosedur ini didasarkan pada kesetaraan dua perangkat berbeda yang mengadopsi beberapa konsep kesamaan. Secara sitematis, prosedur ini menggunakan kalibrator untuk mendapatkan hasil yang akurat dan tepat.

Kalibrator 

Di dalam istilah kalibrasi, ada yang dinamakan kalibrator. Kalibrator adalah instrumen atau larutan dari ukuran atau besaran yang diketahui yang digunakan untuk membakukan instrumen atau prosedur di lingkungan laboratorium. Dengan kata lain, itu adalah agen atau standar yang digunakan untuk memastikan keakuratan suatu perangkat. 

Untuk mengkalibrasi peralatan laboratorium dengan benar, kalibrator digunakan sebagai garis dasar atau ukuran sebenarnya. Jika suatu alat tidak mengukur zat atau benda kalibrator secara akurat, maka dilakukan penyesuaian untuk mengkalibrasi ulang atau memperbaiki alat tersebut.

Penyesuaian ini dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku dan dengan beberapa kasus yang penting.

Periode Pelaksanaan Kalibrasi

Tidak ada Batasan atau patokan secara jelas periode dari pelaksanaan kalibrasi. Dan sebenarnya penentuan pelaksanaan kalibrasi itu tergantung dengan industri itu sendiri.

Tanggung jawab pemilik industri adalah menentukan pelaksanaan kalibrasi yang tepat. Sekiranya jika memang intrumen tersebut digunakan secara terus menerus, maka sudah jelas jika periode pelaksanaan kalibrasi ini harus dengan jangka waktu yang pendek.

Lingkungan Pelaksanaan Kalibrasi

Kalibrasi ini adalah kegiatan yang harus dilakukan di dalam laboratorium yang terakreditasi. Kita pasti tahu jika penyebab dari adanya ketidakpresisian dari sebuah instrumen adalah karena faktor lingkungan.

Jadi, sudah jelas jika lingkungan untuk kalibrasi harus diatur suhu dan kelembabannya untuk menghindari adanya salah perhitungan.

Alat Yang Dikalibrasi Yang Digunakan

Perlu Anda ingat, jika kalibrasi ini harus sesuai dengan standar yang berlaku, ini termasuk juga untuk kalibrator atau alat yang digunakan untuk pengkalibrasian. Seluruh instrumen yang digunakan untuk mengukur harus dikalibrasi wajib untuk memenuhi beberapa syarat standar atau spesifikasi teknis yang berlaku.

Penjelasan Mengenai Standarisasi

Kita harus setuju dan sepakat jika kegiatan kalibrasi ini harus dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku. Untuk kalibrasi, standar yang digunakan secara internasional adalah dari ISO, dan di Indonesia, standar dari kalibrasi diatur oleh SNI.

Sebenarnya, istilah standarisasi adalah adalah proses mengembangkan, mempromosikan, dan mungkin mengamanatkan teknologi dan proses berbasis standar dan kompatibel dalam industri tertentu.

Kurangnya standardisasi sering terwujud dalam sejumlah besar format hak milik yang tidak kompatibel untuk teknologi tertentu dan untuk teknologi yang harus saling beroperasi. Situasi yang terlalu umum itu menghambat adopsi dan kemajuan teknologi dan industri. 

Tujuan Adanya Standarisasi

Karena standarisasi ini sangat penting dan harus dilakukan, maka tujuan dari adanya standarisasi adalah Standardisasi juga membantu memastikan keamanan, interoperabilitas, dan kompatibilitas barang yang diproduksi. 

Beberapa pihak yang terlibat dalam proses standardisasi termasuk pengguna, kelompok kepentingan, pemerintah, perusahaan, dan organisasi standar seperti ISO yang diakui secara internasional dan juga SNI yang ada di Indonesia.

konsultasi jasa kalibrasi