Contoh Form Kalibrasi Alat Ukur yang Benar

form kalibrasi alat ukur

Kalibrasi adalah proses pengecekan dan pengaturan akurasi dari alat ukur dengan cara membandingkannya dengan standar/tolak ukur. Disini akan menjelaskan tentang format kalibrasi alat ukur, mari kita bahas dibawah ini!

Isi Form Kalibrasi Alat Ukur yang Sesuai

Untuk memastikan akurasi alat ukur, dilakukanlah proses kalibrasi yang melibatkan beberapa modul, seperti standar kalibrasi, sumber referensi, software kalibrasi, dan dokumentasi kalibrasi. Selain itu, perlu juga disiapkan form kalibrasi yang benar untuk mencatat hasil dari proses kalibrasi tersebut. Berikut adalah contoh format kalibrasi alat ukur yang benar :

Nama Alat

Tuliskan nama alat yang akan dikalibrasi pada bagian ini. Pastikan nama alat ditulis dengan jelas dan tidak membingungkan.

Nama PIC

PIC (Person in Charge) adalah orang yang bertanggung jawab dalam melakukan proses kalibrasi pada alat ukur tersebut. Tuliskan nama PIC pada bagian ini agar dapat dipastikan siapa yang bertanggung jawab atas hasil dari proses kalibrasi agar tidak terjadi kekeliruan kedepannya.

Periode Kalibrasi

Tentukan periode kalibrasi pada bagian ini. Periode kalibrasi menentukan kapan alat ukur perlu dilakukan kalibrasi ulang. Pastikan periode kalibrasi ditentukan dengan bijak agar alat ukur selalu dalam kondisi yang akurat.

Keterangan

Bagian ini digunakan untuk mencatat informasi mengenai hasil dari proses kalibrasi. Informasi yang harus dicatat antara lain :

  • Tanggal kalibrasi
  • Standar yang digunakan
  • Hasil kalibrasi
  • Kesimpulan kalibrasi

Pastikan keterangan yang dicatat lengkap dan detail untuk memudahkan dalam mengevaluasi hasil dari proses kalibrasi tersebut.

konsultasi jasa kalibrasi

Kesimpulan

Dalam proses kalibrasi alat ukur, sangat penting untuk mempersiapkan form kalibrasi yang benar. Dengan menggunakan contoh format kalibrasi alat ukur yang benar seperti di atas, maka proses kalibrasi dapat dilakukan dengan lebih mudah dan akurat. Selain itu, hasil dari proses kalibrasi juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk memastikan bahwa alat ukur tersebut selalu dalam kondisi yang akurat dan sesuai dengan standar.