Kenali Tentang Uji Kadar Air dan 3 Metode Khususnya

Uji kadar air

Uji kadar air adalah prosedur yang perlu dilakukan sebelum pengeringan dilakukan. Berbagai metode dalam menjalankan pengujian ini juga memiliki berbagai macam keuntungan bagi beberapa sektor industri.

Namun sebelum Anda mulai melakukan uji kadar air ini, tentunya Anda perlu mengetahui terlebih dahulu informasi penting terkait apa itu uji kadar air, metode yang digunakan, hingga prosedur pengujian lengkapnya dalam artikel ini.

Apa Itu Uji Kadar Air?

Uji kadar air adalah proses pemantauan kadar air pada sebuah bahan olahan sebelum mereka memasuki prose spengeringan. Hal ini sangat dibutuhkan, karena informasi kadar air akan menentukan proses pengeringan berjalan secara maksimal.

Misalnya jika kadar air memiliki tingkat yang tinggi pada sebuah bahan sebelum dikeringkan, maka proses pengeringan akan berjalan lebih lama dan bahkan membutuhkan tambahan suhu panas untuk memastikan prose spengeringan merata.

Sebaliknya juga, jika kadar air yang diketahui tergolong sedikit. Maka informasi ini dapat berguna bagi para pemilik usaha untuk menghindari over-dry pada bahan makanan yang menjadikan kualitasnya menurun.

Maka dari itulah mengapa uji kadar air ini begitu penting dilakukan. Proses pengujian kadar air ini dapat dilakukan melalui beberapa metode seperti pada penjelasan di bawah ini.

Baca Juga : Prosedur Uji Kadar Air Ekstrak dan Manfaatnya

Beberapa Metode Uji Kadar Air

Berbagai cara untuk melakukan uji kadar air dapat dilakukan sesuai dengan berbagai kondisi dan kebutuhan para pemilik usaha.. Berikut adalah beberapa metode uji kadar air yang dapat Anda lakukan.

Metode Oven Pengering (Metode Gravimetri)

Metode gravimetri menggunakan analisis kuantitatif berdasarkan pengukuran bobot sebuah material/ bahan olahan/ senyawa tertentu untuk menentukan kadar total mineralnya. Ketahui prosedur menjalankan metode oven pengering (metode gravimetri) di bawah ini.

  • Timbang dengan hati-hati sampel makanan sebelum pengeringan.
  • Panaskan sampel dalam oven pada suhu tertentu (biasanya antara 100°C hingga 105°C) sampai beratnya stabil.
  • Dinginkan sampel dalam desikator untuk mencegah penyerapan uap air dari udara.
  • Timbang kembali sampel setelah pengeringan.
  • Keunggulan dan Keterbatasan

Metode Karl Fischer (Titrimetri)

Metode ini menggunakan pengukuran volume air pada sejumlah zat/ bahan olahan/ material yang direaksikan menggunakan larutan baku secara kuantitatif. Berikut adalah prosedur pelaksanaan uji kadar air menggunakan Titrimetri dengan tepat.

Sampel makanan dihancurkan dan dilarutkan dalam larutan Karl Fischer.

  • Reaksi antara air dalam sampel dan larutan Karl Fischer menghasilkan perubahan warna yang diukur dengan titrator.
  • Kadar air dihitung berdasarkan volume larutan yang digunakan dan normalitas larutan Karl Fischer.
  • Keunggulan dan Keterbatasan

Metode Inframerah (Spektroskopi)

Pelaksanaan metode ini menjalankan pengukuran berdasarkan cahaya infra merah yang dipancarkan / diserap oleh material yang menjadi sampel uji. Berikut adalah prosedur penerapan metode inframerah untuk melakukan uji kadar air dengan runut.

  • Sampel ditempatkan di depan detektor inframerah.
  • Kadar air dalam sampel dihitung berdasarkan penyerapan energi inframerah oleh air.
  • Keunggulan dan Keterbatasan

Kesimpulan

Uji kadar air berguna untuk mengidentifikasi kadar air pada sebuah bahan olahan/material/ cat senyawa sebelum mereka memasuki proses pengeringan. Informasi yang dihasilkan ini tentunya sangat berguna untuk mendapatkan hasil pengeringan dengan maksimal.

Dengan berbagai metode yang dapat diterapkan pada proses uji kadar air, Hal ini memungkinkan Anda Melakukan uji kadar air dengan lebih fleksibel dengan kebutuhan dan kemampuan alat yang dimiliki.