3 Tujuan Uji Disolusi dan Cara Melakukan Pengujiannya!

uji disolusi

Setiap produk farmasi sangat penting untuk dilakukannya proses pengujian yang mendalam untuk menjamin keamanan, kelayakan, dan kualitas. Mengingat bahwa produk farmasim, seperti obat tablet atau kapsul memiliki peran penting untuk menangani masalah kesehatan pada tubuh manusia. Tindakan pengujian yang sangat penting untuk dilakukan adalah uji disolusi. 

Bagi Anda yang baru mendengar uji disolusi tentu masih merasa bingung mengenai pengujian tersebut. Namun kini Anda sudah tidak perlu khawatir karena pada pembahasan artikel ini, Anda bisa mengetahui semua informasi mengenai pentingnya uji disolusi terhadap produk farmasi. 

Apa Itu Uji Disolusi?

Uji disolusi adalah suatu metode pengujian yang perlu dilakukan untuk mengukur laju dan jumlah zat aktif yang dilepaskan dari bentuk sediaan padat, terutama pada produk kapsul atau tabel dengan medium cair dalam periode waktu tertentu. Sedangkan, uji disolusi menurut Farmakope merupakan pengujian yang bertujuan untuk memastikan bahwa sediaan dapat memenuhi standar persyaratan kualitas dan konsistensi dalam pelepasan zat aktif yang menjadi indikator penting untuk efektivitas produk. 

Tujuan Uji Disolusi Dilakukan

Sama seperti yang sudah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, bahwasannya uji disolusi ini menjadi parameter penting terutama bagi industri farmasi dengan tujuan uji disolusi untuk memastikan bahwa obat dapat melepaskan bahan aktif dengan tepat setelah dikonsumsi. Adapun tujuan dari uji disolusi tersebut, yaitu:

Menentukan Profil Pelepasan Obat

Uji disolusi ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan profil pelepasan obat. Melalui pengujiaan ini dapat memastikan bahwa produk obat yang akan dikonsumsi oleh konsumen dapat melepaskan obat aktif pada laju yang tepat dengan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. 

Menjamin Konsistensi Batch

Tujuan lain dari pengujian ini yaitu untuk menjamin konsistensi batch. Dengan membandingkan profil pelepasan obat dari berbagai batch produksi. 

Menyelidiki Bioekivalensi

Pengujian disolusi juga dapat membantu mengidentifikasi bioekivalensi, dengan menentukan apakah versi generic dari obat memiliki profil pelepasan yang sama dengan produk merek atau tidak. 

Bagaimana Uji Disolusi Dilakukan?

Untuk menambah pemahaman Anda mengenai uji disolusi, maka Anda perlu mengetahui bagaimana cara uji disolusi tersebut dilakukan. Pengujian disolusi ini akan dilakukan dengan menggunakan bantuan alat disolusi handal yang dapat mensimulasikan kondisi dari saluran pencernaan dan juga sampel media tertentu. Sampel yang digunakan dalam pengujian ini yaitu misalnya seperti cairan lambung yang disimulasikan atau cairan usus yang disimulasikan. Alat ini dapat digunakan untuk mengaduk sampel dengan kecepatan konstan, sehingga memungkinkan peneliti untuk dapat memantau laju pelarutan dari waktu ke waktu. Dengan menganalisis profil disolusi, para peneliti dapat dengan mudah menilai faktor-faktor seperti laju disolusi, efisiensi disolusi, dan kinetika pelepasan obat. 

Kesimpulan

Semua produk farmasi perlu melakukan pengujian mendalam dan menyeluruh untuk memastikan kualitas dan keamanan produk untuk konsumen. Dalam jejeran pengujian yang perlu dilakukan, terdapat uji disolusi yang menjadi tindakan pengujian penting. Melalui uji disolusi dapat membantu produsen dalam mengukur laju dan jumlah dari zat aktif yang dilepaskan dar bentuk sediaan padat, seperti pada tablet maupun kapsul, dalam medium cair selama periode waktu tertentu. Dilakukannya pengujian disolusi ini memiliki tujuan yang beragam, seperti untuk menentukan profil pelepasan obat, menjamin konsistensi, dan menyelidiki bioekivalensi. Untuk cara pengujian disolusi ini cukup kompleks, dengan hasil yang akurat dan terpercaya.