SNI Kalibrasi : Pengertian, Manfaat dan Tujuan

manfaat dan tujuan SNI Kalibrasi

Setiap hal yang berkaitan dengan akreditasi dan juga sertifikasi harus ada dasar yang mendasarinya. Salah satunya adalah kegiatan kalibrasi yang juga bisa memiliki landasan hukum dan juga peraturan yang berlaku agar kegiatan kalibrasi ini berjalan dengan lancar dan diakui secara resmi baik itu secara nasional dan juga internasional.

Landasan yang mendasari akan kalibrasi adalah dengan adanya akreditasi SNI. Kalibrasi yang erat kaitannya dengan standarisasi ini harus memiliki standar, dan jika Anda berbicara di Indonesia, kalibrasi memiliki standar yang berlaku yaitu SNI.

Apa Itu SNI?

SNI atau singkatan dari Standar Nasional Indonesia adalah lembaga milik negara yang mengatur berbagai macam standar yang berlaku agar bisa diakui oleh negara. Mungkin Anda sudah tahu jika Anda melihat helm Anda ada logo SNI nya, berarti helm Anda dijamin sudah sesuai dengan standar yang berlaku di Indonesia terkait dengan keamanan dan juga kenyamanan dalam berkendara.

Begitupun dengan kalibrasi alat ukur. Jika tidak ada yang namanya standar, pasti akan sesuka hatinya. SNI ini dirumuskan oleh Komite Teknis dan ditetapkan oleh BSN (Badan Standarisasi Nasional).

Dalam dunia kalibrasi, juga harus di atur oleh SNI agar mendpatkan hasil yang presisi dan juga menganut kaidah yang berlaku agar semua sama, dan sesuai dengan standar.

SNI Kalibrasi

Kalibrasi harus dilakukan oelh laboratorium yang terakreditasi secara resmi. Komite Akreditasi Nasional (KAN) mengeluarkan panduan kalibrasi yang harus sesuai dengan persyaratan di Standar Nasional Indonesia (SNI) ISO/IEC 17025:2017 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi, Kedeputian Standar Nasional Satuan Ukuran Badan Standardisasi Nasional (SNSU BSN).

SNI, ISO, Akreditasi, Apa Bedanya?

Di atas ada yang menyebut kan SNI, ISO, dan juga Akreditasi. Mungkin ini akan membuat Anda bingung karena apa bedanya dari semua istilah itu.

Dalam dunia kalirasi, SNI adalah standar yang digunakan untuk laboratorium kalibrasi bisa bekerja dengan sesuai prosedur.

Sedangkan ISO atau InternationalOrganization of Standaritation adalah organisasi non pemerintah yang menjadi acuan dari dibuatnya SNI. Sebagai tambahan SNI, SNI ini standarnya dikeluarkan oleh Badan Sertifikasi Negara atau BSN.

Sedangkan untuk akreditasi, adalah bagaimana cara untuk mendapatkan kepercayaan jika laboratorium kalibrasi tersebut sudah sesuai dengan standar SNI atau pun ISO. Biasanya, untuk laboratorium yang sudah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional ini menganut ISO dan juga SNI agar bisa lebih terpercaya dan juga lebih valid.

Manfaat SNI Kalibrasi

Pada dasarnya, manfaat dari SNI di dalam dunia kalibrasi adalah untuk memberikan kepercayaan dan juga membuat orang yang ingin melakukan kalibrasi di sebuah laboratorium kalibrasi ini bisa mendapatkan rasa percaya. Hal ini penting dikarenakan tidak bisa sembarang laboratorium yang boleh mengkalibrasi alat ukur. Selain harus sesuai ruang lingkup alat ukur juga mengikuti standar SNI atau ISO kalau bisa. Selengkapnya bisa dicek di SNI kalibrasi alat ukur.

Semua yang ada di dalam standar, membuat orang akan percaya jika kalibrasi yang dilakukan ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku untuk mendapatkan tujuan yang pasti.

Tujuan SNI Kalibrasi

Tujuan kalibrasi adalah untuk mendapatkan alat ukur bisa berjalan dan juga befungsi dengan akurat. Tujuan dari adanya SNI adalah agar saat melakukan kalibrasi ini sesuai dengan hasil yang diinginkan. Pasti kalian tidak ingin jika alat ukur tidak bisa kembali akurat lagi setelah dikalibrasi. Apalagi untuk alat ukur tertentu seperti pH meter yang memiliki standar prosedur sendiri, bisa kalian simak langsung di SNI kalibrasi pH meter.

Tidak ada yang lebih sepsifik dari hal tersebut, pada dasarnya adalah agar kegiatan kalibrasi ini bisa di setujui secara nasional.

Syarat Standar SNI Kalibrasi

Untuk bisa mendapatkan standar SNI kalibrasi, harus menganut kepada  SNI ISO/IEC 17025:2017 “Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi”.

Jika mengacu kepada peraturan KAN, untuk mendapatkan standar SNI, yang harus dilakukan adalah laboratorium kalibrasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • SNI ISO/IEC 17025:2017 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium Kalibrasi
  • Peraturan dari badan regulasi (regulatory body) atau persyaratan khusus lainnya yang ditetapkan.

konsultasi jasa kalibrasi

Kesimpulan

Itulah tadi pembahasan tentang standarisasi untuk kalibrasi yang ada di Indonesia. Dengan acuan standar nasional dan internasional, akan membuat kegiatan kalibrasi ini berjalan dengan lebih terstruktur dan juga hasil kalibrasi bisa diakui secara nasional dan juga internasional.