Proses dan Cara Kalibrasi Alat Ukur, Begini Rinciannya

cara kalibrasi

Tahukah anda pelaksanaan kalibrasi memiliki tahapan-tahapan panjang sebelum akhirnya alat ukur dinyatakan layak digunakan dan sesuai standar. Setidaknya ada 3 langkah penting yang dalam prosedur kalibrasi yang harus Anda ketahui.

Sebelum itu mari ketahui terlebih dahulu definisi kalibrasi. Kalibrasi adalah sebuah proses verifikasi yang menyatakan bahwa suatu alat ukur sesuai dengan rancangannya atau sesuai fungsi dan spesifikasinya.

Proses kalibrasi bertujuan untuk memastikan bahwa alat ukur mampu bekerja secara optimal sesuai dengan fungsinya. Oleh karenanya prosedur kalibrasi tidak boleh sembarangan dilakukan terdapat cara-cara dalam melakukannya. Masih bingung cara cara kalibrasi dan kesalahan pada kalibrasi?  yuk simak ulasan berikut!

Bagaimana Sih Proses Kalibrasi Alat Ukur?

Pelaksanaan prosedur kalibrasi terdiri dari beberapa langkah-langkah yang harus Anda ketahui. Karena kalibrasi harus dilakukan secara berkala, maka sebagai pemilik alat ukur harus memahami cara-cara dalam prosedur kalibrasi. 

Pelaksanaan prosedur kalibrasi harus berdasarkan standar kalibrasi yang telah ditetapkan yaitu mengacu pada standar SNI ISO/IEC 17025 Hal ini supaya alat ukur yang dikalibrasi menghasilkan pengukuran yang layak sesuai dengan bidang alat ukurnya. 

Cara – Cara Kalibrasi Alat Ukur

Pada prosedur kalibrasi setiap tahap pelaksanaannya saling berkesinambungan dan mempengaruhi hasil pada tahap berikutnya. Kesalahan yang terjadi pada salah satu cara kalibrasi dapat mengakibatkan kesalahan hasil uji atau bahkan pengujian dapat gagal. 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai cara-cara prosedur kalibrasi, Perhatikan cara-cara kalibrasi alat ukur yang harus Anda perhatikan, berikut ini!

Pengamatan Dilakukan Sebelum Kalibrasi Alat

Sebelum memulai pengamatan, cara pertama dalam prosedur kalibrasi didahului dengan tahapan persiapan. Tahap persiapan dilakukan untuk memastikan kesiapan alat ukur sesuai dengan standar.

Pada tahapan pengamatan akan dilakukan penyetelan alat yang akan dikalibrasi, tujuannya untuk menghindari kesalahan pengukuran. Pada tahapan ini biasanya akan 

Pengamatan bertujuan untuk melihat kewajaran pengujian alat. Instrumen Alat ukur yang menampilkan hasil tidak wajar perlu dicari penyebabnya untuk mendapatkan solusi terbaik dari pengukuran yang tidak tepat tersebut.

Setelah dilakukan pengamatan, tahap selanjutnya adalah pencatatan hasil ukur yang harus dilakukan berdasarkan pada apa yang dilihat, bukan pada apa yang dirasakan agar tercapai hasil secara objektif.

Menghitung Nilai dari Data Kalibrasi

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya setelah hasil pengamatan tercatat langkah selanjutnya adalah menghitung data kalibrasi sesuai metode kalibrasi. dicek penyetelan kedataran, pembersihan alat, pengecekan dan lain sebagainya.

Sama pentingnya dengan tahapan-tahapan sebelumnya pada tahapan pengamatan menjadi tahap yang membutuhkan ketelitian, karena pada dasarnya kegiatan kalibrasi membutuhkan ketelitian dan pemahaman dari setiap detail pengamatan pada proses kalibrasi. 

Proses perhitungan secara detail menghitung nilai maksimum-minimum, nilai rata-rata, standar deviasi, atau menentukan persamaan regresi. Nilai yang dihasilkan dari proses kalibrasi, dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan

Menerbitkan Hasil Laporan

Tahapan terakhir dalam prosedur kalibrasi adalah penerbitan laporan kalibrasi yang sebelumnya telah disusun berdasarkan format pedoman SNI ISO/IEC 17025. Hasil laporan yang telah dinyatakan memenuhi standar kalibrasi, kemudian akan di sahkan oleh petugas yang berwenang.

Pemeriksaan tersebut terutama terkait kesalahan identitas alat, pengambilan data, hasil perhitungan data, dan perhitungan ketidakpastian. Setelah semua prosedur tahapan kalibrasi telah dilaksanakan sesuai standar dan data yang dilaporkan telah valid, tahapan terakhir adalah menerbitkan hasil laporan tersebut.

Kesalahan dalam Melakukan Kalibrasi

Setelah mengetahui cara-cara prosedur kalibrasi, perlu diingat bahwa prosedur kalibrasi sangat mungkin terjadi kesalahan. Tidak hanya satu kesalahan kalibrasi dapat disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa diantaranya seperti kesalahan sistematis, terjadinya instrument error, environment error, hingga kesalahan acak lainnya.

Namun pada umumnya kesalahan kalibrasi yang sering terjadi adalah ketidaktepatan pemberian nilai skala ketika sedang membuat atau melakukan kalibrasi (standarisasi). Akibat dari kesalah ini pembacaan hasil pengukuran tidak tepat sehingga dapat muncul masalah yang lebih besar.

Jika pemberian standarisasi saja sudah salah dapat dibayangkan kesalahan sebesar apa yang ditimbulkan dari kesalahan ini. Padahal standarisasi pengukuran, digunakan untuk mengukur hal yang penting dan menyangkut keselamatan bersama. 

Baca Juga : Keruntutan dalam proses kalibrasi penting adanya, setelah tahu cara kalibrasi yuk cek dulu sistem kalibrasi supaya ga bingung dengan proses yang ada dalam kalibrasi.

Kesimpulan

Demikianlah pembahasan mengenai cara dan proses kalibrasi, bahwasanya prosedur kalibrasi bukanlah prosedur yang simple melainkan banyak hal yang harus dipersiapkan ketika akan melakukan kalibrasi. Dalam proses pengukurannya pun masih beresiko terjadi kesalahan. Sekian penjelasan dari artikel ini semoga dapat bermanfaat dan menambah informasi Anda

konsultasi jasa kalibrasi